Galery Galery Buku Tamu Login Frequently Asked Question
Home Event Tentang Perusahaan Produk Layanan Pengalaman Kontak

India Protes Google Earth

Pemerintah India meminta Google mengurangi detail gambar beberapa daerahnya, yang dimunculkan melalui layanan Google Earth. Pasalnya, layanan Google Earth yang menampilkan detail tempat tertentu itu dikhawatirkan dimanfaatkan oleh teroris.

Saat ini, pihak Google dan pemerintah India melakukan pembicaraan mengenai masalah itu. Pemerintah India telah mengajukan daftar daerah yang sensitif, seperti lokasi-lokasi militer ataupun gedung-gedung pemerintah. Menurut Times of India, Google bersedia mengaburkan gambar beberapa instalasi, tapi kesepakatan final belum dicapai.

India meminta gambar Google Earth yang menunjukkan lokasi-lokasi sensitif ditampilkan tak lebih dari 25-50 meter per piksel. Padahal beberapa kota di Amerika Utara ditampilkan oleh Google Earth dengan tampilan kurang dari 1 meter per piksel. Resolusi dasar dari Google Earth adalah 15 meter per piksel.

Masalah ini pertama kali berawal dari keprihatinan yang diutarakan Presiden India A.P.J. Abdul Kalam, September 2005. Keberatan ini bukanlah yang pertama terhadap layanan Google Earth. Sebelumnya, Australia, Rusia, Korea Selatan, dan Thailand mengajukan keberatan yang sama.


  Lainnya ::
  Mengapa Map Server
  weBGis Mapserver
  Keliling Dunia dengan Google Earth

26-27 Juni 2010

Family Gathering PT. WEBGIS INDONESIA, Ciwidey-Bandung

 



19-21 Januari 2010

Pelatihan WEBGIS dan Pemetaan, Pusat Data dan Informasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta

 

 

 

 



20 Januari 2010
Pelatihan Teknisi Sistem Informasi dan Registrasi BNSP Online, Hotel Aston Marina Ancol, Jakarta

 

 



22 Desember 2009
Training Sistem Database dan Informasi BPJT- Lanjutan, Grand Flora Kemang, Jakarta



PELATIHAN APLIKASI WEBGIS DAN DATABASE SPASIAL,24-26 November 2009, Hotel Fiducia Jakarta



PELATIHAN WEBGIS SIMPOTENDA, GIS DAN REMOTE SENSING, 16-18 November 2009, Hotel Dyangraha Pekanbaru



Copyright © PT.weBGis Indonesia 2008